Kamis, 24 Desember 2009

A Christmas' Tale



Jinggle Bell...
Jinggle Bell...
Jinggle all the way....

------
Saya sangat suka dongeng, dan suatu hari ada seorang kakak sekolah minggu yang mendongengkan cerita natal untuk saya :


Dahulu kala, di suatu kota kecil di pedalaman Wales, hiduplah seorang bapak tua, pengrajin jam.
Karena sudah terlalu tua, dia memutuskan untuk menutup toko jamnya. Tapi sebelumnya dia ingin membuat sebuah masterpiece, jam paling bagus yang pernah dibuatnya.
Sebulan kemudian, jadilah jam itu. Bagus dan antik.
Sudah banyak saudagar yang menawar jam itu dengan harga tinggi. Tapi bapak tua itu selalu menjawab, jam itu tidak dijual.
Konon katanya, ada sebuah patung malaikat kecil di sudut gereja. Dan setiap malam natal setiap orang yang membawa kado natal meletakkannya di kaki patung malaikat tersebut. Dan siapa yang dengan tulus memberikan kado natal, patung tersebut akan hidup dan mengambil kado natalnya. Dan si bapak tua, berniat mempersembahkan jam antiknya malam ini.

Malam natal tiba, setiap orang di kota mulai beranjak ke gereja, membawa kado natal. Ditengah perjalanan dilihatnya seorang anak kecil dengan pakaian kumal menangis di sudut jalan. Bapak itu menghampirinya dan bertanya.
Kemudian anak itu mengatakan bahwa ia sangat ingin memberikan kado natal kepada Yesus, tetapi tidak punya apa-apa untuk diberikan selain apel ditangannya yang sudah setengah layu.

Bapak tua itu merasa sangat kasihan dan menawarkan untuk memberikan jam antiknya kepada sang anak. Ditukarkan dengan sebiji apel yang sudah separuh layu.
Jam berdentang, bapak tua melanjutkan berjalan, berbaur dengan orang-orang kota yang juga membawa kado natal. Ada yang besar ada yang kecil. Ada yang ditenteng dengan malu-malu, ada yang sengaja di pamerkan untuk dilihat kado siapa yang paling mahal.
Dan si bapak tua berjalan tertatih-tatih, menggenggam sebutir apel ditangannya.

Saatnya tiba, setiap orang menaruh kadonya di kaki patung malaikat. Ada emas dari saudagar paling kaya, peternak domba. Patungnya tak bergeming.
Ada boneka paling bagus, ada makanan yang enak-enak, ada perhiasan yang luar biasa cantik. Patungnya tetap tak bergeming.
Dan kemudian datangah si bapak tua, tertatih-tatih dan menaruh sebutir apel layu di kaki patung malaikat kecil itu. Menutup mata dan berdoa.
Dan setiap orang di ruangan itu menahan napas, ketika patung itu bergerak dan hidup. Mengambil apel layu yang dibawa bapak tua dan tersenyum padanya.


Natal.
Begitu katanya, hari dimana begitu banyak orang sibuk membeli baju-baju baru, sibuk menghias aneka kue-kue enak, menggantung lampu-lampu, dan merangkai berbagai mistletoe dan bunga poinsettia merah di sudut ruangan, tapi tidak mengerti arti berbagi.
Natal.
Begitu katanya, hari dimana begitu banyak orang sibuk travelling ke berbagai negara untuk melihat kemegahan malam natal, tapi lupa kegereja.

------

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
- 1 Yohanes 4:8-





PS : Dear all, merry christmas. May you have a warm and joyful christmas,
God Bless all
cium




6 komentar:

Pucca mengatakan...

very touchy tha, gua ampe nangis karna merasa tertohok, thanks for sharing ya, may you have a wonderful xmas :)

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

met merayakan hari natal ya tha.. met liburan juga.. :)

hello gaga mengatakan...

bagus ceritanya....
heppy holideyy

Anonim mengatakan...

Very good Tha.. Merry X'mas and happy new year..

love is giving!

Kenny Sung

Yuliana-Fun mengatakan...

wuaaahhh sangat2 tersentuh..duhhh... tulusnya tuh bapak yak..
merry xmas and hepi new year tha :)

Tha..^^ mengatakan...

@ All : merry christmas yah ^^