Tampilkan postingan dengan label It's Christmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label It's Christmas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Finally Christmas


Dear Jesus
Happy birthday :)
thank you for You have guide me through my days,
I have nothing good enough to give you as a gift
So here i am, with all my bruises heart,
A little bit broken but has been well repaired,
Saying to you..
Dear God, with all my heart i do really love you.


Finally, it's christmas, people
Hang on your shocks,
Write down your wish,
Prepare the cookies and milk.
Because maybe Santa will pass by, no?
Sleep earlier,
Be good,




Sabtu, 01 Januari 2011

Hari ini 1 Januari 2011, selewat menit yang ke enam puluh dua...



Hari ini, 1 Januari 2011, selewat menit yang ke enam puluh dua. Dan saya terjebak diantara lautan manusia berpolah tingkah, beragam macam, dari yang menghentak-hentak dengan lincah sampai yang berpakaian bling-bling cling, semuanya tumpah ruah didepan mata. Belum lagi kepulan asap tebal yang menjadi atmosfir permanen, membungkus lingkaran yang dibangun dengan hentakan irama up beat dan lampu sorot warna warni.
Tegukan yang kedua belas. Yap, saya masih setia menghitung setiap teguk cairan coklat bening yang lewat di tenggorokan, membujuk diri sendiri dengan berpikir bahwa sedikit bergoyang mengikuti irama lagu bukanlah dosa.
Beberapa dari mereka mencoba menawarkan minuman berpendar cantik warna biru muda, yang rasanya seperti campuran cairan pasta gigi dengan bubuk merica sedikit berlebihan yang membakar tenggorokan. Tetapi saya masih setia dengan gelas coca cola kebesaran saya disini, dan melihat sekeliling dengan bosan.

Hari ini, 1 Januari 2011 selewat menit yang ke enam puluh dua. Dan saya merasakan ironi yang terlewat besar dengan pikiran dan kesimpulan dimana saya berada sekarang.
Ketika terompet-terompet ditiupkan, musik menghentak gila-gilaan, dan bulan yang semakin tinggi. Saya berlari naik, mendapatkan kubikel yang sudah sangat saya kenal, menghidupkan komputer dan disinilah saya sekarang.

Hari ini, 1 januari 2011 selewat menit yang ke enam puluh dua, dan saya tidak berani mengawali tahun dengan berbohong bahwa saya adalah orang kudus binti religius yang setiap hari berdoa. Tidak, sungguh saya tidak. Tapi saya sangat merindukan bernyanyi di altar sebuah gereja, pulang kehujanan dan menunggu mama saya membakar sosis tahun baru dengan tidak sabaran.
Saya merindukan duduk disamping dia didepan televisi, menonton film komedi romantis dengan handphone di non aktifkan dan secangkir milo panas.
Tapi lagi-lagi realita bersiul keras menyadarkan bahwa saya hanya terjebak disini, diantara hentakan musik yang diam-diam saya kutuki dalam hati, dengan pembicaraan lima belas menit dengan dia yang jauh diseberang kota.

Hari ini 1 januari 2011, selewat menit yang ke enam puluh dua, saya ingin mencatatkan beberapa hal sebelum saya lupa,
bahwa saya telah melewati januari yang ke 22 selama saya hidup, sehat, dan puji Tuhan [selalu merasa] "cakep-cakep saja tuh"
bahwa saya memiliki pekerjaan yang baik, dengan penghasilan yang cukup untuk segala kebutuhan kami
bahwa saya memiliki keluarga yang lengkap dan terpelihara dengan baik,
bahwa peach berbeda dengan orange meskipun rasa permen fruitella menggambarkan mereka serupa, 
bahwa saya tidak akan lagi memakai high heels dua belas senti dalam masquerade party enam jam tanpa menyediakan tempat duduk,
bahwa saya memiliki si tuan muda yang pengertian dan setia,
bahwa saya dapat berkata hari ini "saya adalah orang yang paling berbahagia"
bahwa ketika hidup tiba-tiba berbalik dan dunia terasa tidak layak untuk ditinggali, saya masih mengenalNya untuk dijadikan pegangan,
Dan untuk semua itu, sebelum saya menutup tulisan ini, saya ingin mengatakan betapa hari ini saya berterima kasih kepada Nya, bahwa saya selalu diberkati. Dan untuk sebuah keyakinan yang tak pernah lepas di penghujung doa saya yang senin-kamis : "ku tenang, sebab Kau Allahku...."




Dear All,
Merry christmas (even tough it's too late) and happy new year :)

Kamis, 24 Desember 2009

A Christmas' Tale



Jinggle Bell...
Jinggle Bell...
Jinggle all the way....

------
Saya sangat suka dongeng, dan suatu hari ada seorang kakak sekolah minggu yang mendongengkan cerita natal untuk saya :


Dahulu kala, di suatu kota kecil di pedalaman Wales, hiduplah seorang bapak tua, pengrajin jam.
Karena sudah terlalu tua, dia memutuskan untuk menutup toko jamnya. Tapi sebelumnya dia ingin membuat sebuah masterpiece, jam paling bagus yang pernah dibuatnya.
Sebulan kemudian, jadilah jam itu. Bagus dan antik.
Sudah banyak saudagar yang menawar jam itu dengan harga tinggi. Tapi bapak tua itu selalu menjawab, jam itu tidak dijual.
Konon katanya, ada sebuah patung malaikat kecil di sudut gereja. Dan setiap malam natal setiap orang yang membawa kado natal meletakkannya di kaki patung malaikat tersebut. Dan siapa yang dengan tulus memberikan kado natal, patung tersebut akan hidup dan mengambil kado natalnya. Dan si bapak tua, berniat mempersembahkan jam antiknya malam ini.

Malam natal tiba, setiap orang di kota mulai beranjak ke gereja, membawa kado natal. Ditengah perjalanan dilihatnya seorang anak kecil dengan pakaian kumal menangis di sudut jalan. Bapak itu menghampirinya dan bertanya.
Kemudian anak itu mengatakan bahwa ia sangat ingin memberikan kado natal kepada Yesus, tetapi tidak punya apa-apa untuk diberikan selain apel ditangannya yang sudah setengah layu.

Bapak tua itu merasa sangat kasihan dan menawarkan untuk memberikan jam antiknya kepada sang anak. Ditukarkan dengan sebiji apel yang sudah separuh layu.
Jam berdentang, bapak tua melanjutkan berjalan, berbaur dengan orang-orang kota yang juga membawa kado natal. Ada yang besar ada yang kecil. Ada yang ditenteng dengan malu-malu, ada yang sengaja di pamerkan untuk dilihat kado siapa yang paling mahal.
Dan si bapak tua berjalan tertatih-tatih, menggenggam sebutir apel ditangannya.

Saatnya tiba, setiap orang menaruh kadonya di kaki patung malaikat. Ada emas dari saudagar paling kaya, peternak domba. Patungnya tak bergeming.
Ada boneka paling bagus, ada makanan yang enak-enak, ada perhiasan yang luar biasa cantik. Patungnya tetap tak bergeming.
Dan kemudian datangah si bapak tua, tertatih-tatih dan menaruh sebutir apel layu di kaki patung malaikat kecil itu. Menutup mata dan berdoa.
Dan setiap orang di ruangan itu menahan napas, ketika patung itu bergerak dan hidup. Mengambil apel layu yang dibawa bapak tua dan tersenyum padanya.


Natal.
Begitu katanya, hari dimana begitu banyak orang sibuk membeli baju-baju baru, sibuk menghias aneka kue-kue enak, menggantung lampu-lampu, dan merangkai berbagai mistletoe dan bunga poinsettia merah di sudut ruangan, tapi tidak mengerti arti berbagi.
Natal.
Begitu katanya, hari dimana begitu banyak orang sibuk travelling ke berbagai negara untuk melihat kemegahan malam natal, tapi lupa kegereja.

------

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
- 1 Yohanes 4:8-





PS : Dear all, merry christmas. May you have a warm and joyful christmas,
God Bless all
cium




Senin, 14 Desember 2009

Dear Santa,


















Well, kelamaan nulisin tentang sesuatu yang menye'-menye' ngebuat gw lupa bahwa ini udah bulan Desember.

Desember selalu identik dengan curah hujannya yang tinggi, hiasan merah, hijau dan putih, dan gambar kakek-kakek gendut berkimono merah, berjanggut putih dengan kereta rusanya dimana-mana, belum lagi terompet dan segala jenis kado-kadoan yang hanya muncul setahun sekali.
Gw sangat suka dengan atmosfir natal. Wangi kue-kue hangat yang baru selesai di panggang saat hari hujan, suara koor yang berkumandang dari setiap gereja yang terlewat , lagu silent night dan feliz navidad yang diputar di radio, bazaar murah, hiasan pohon-pohon natal. Oh well, betapa gw kangen hari-hari seperti ini.


Tahun ini gw ngga ngajar nari, ngga ikut dalam koor apapun di gereja, ngga sibuk nyiapin dan ngehias gaun-gaun kembang yang akan dipake buat tari-tarian. Belakangan gw ngerasa terlalu sibuk dengan diri gw sendiri sampai akhirnya persiapan natal tahun ini terlewatkan begitu saja.
Pagi ini gw baca blognya Hannah dan nemuin bukan cuma gw sendiri ternyata yang ngerasa agak-agak feeling blue akhir taun ini.
Ada beberapa masalah yang berputar-putar dikepala gw, dan stuck disana tanpa jalan keluar yang jelas.
Dan lagi sudah dua hari berturut-turut gw bertengkar dengan si tuan muda lagi-lagi karena satu permasalahan yang sama. Entah gw yang terlalu banyak menuntut dari dia ato emang dia yang keterlaluan ama gw, gw juga ngga ngerti.
Somehow ada rasanya gw pengen pergi jauh-jauh dimana ngga ada satu orangpun yang kenal ama gw dan ngerayain natal gw sendirian. Tapi kemudian gw pikir lagi, apa dengan begitu gw bisa lebih happy?
Sayangnya, pertanyaan ini juga ngga bisa gw temukan jawabannya.

-----


"Aku tak tau Jacob, aku tak tau akan jadi seperti apa nantinya. Aku hanya merasa semuanya akan berakhir baik. Mungkin inilah apa yang aku namakan....iman."

-Breaking Dawn, Stephenie Meyer-